Rabu, 11 Mei 2011

ISIM MANSHUB

اِسْم مَنْصُوْب
ISIM MANSHUB

Isim yang terkena I'rab Nashab disebut Isim Manshub. Yang menjadi Isim Manshub adalah semua Isim selain Fa'il atau Naib al-Fa'il dalam Jumlah Fi'liyyah.

1) MAF'UL (مَفْعُوْل) yakni Isim yang dikenai pekerjaan (Objek Penderita).

قَرَأَ مُحَمَّدٌ الْقُرْآنَ

= Muhammad membaca al-Quran

القُرْآنَ (= al-Quran) --> Maf'ul --> Manshub dengan tanda fathah.

2) MASHDAR ( مَصْدَر ) yakni Isim yang memiliki makna Fi'il dan berfungsi untuk menjelaskan atau menegaskan (menguatkan) arti dari Fi'il.

قَرَأَ مُحَمَّدٌ الْقُرْآنَ تَرْتِيْلاً

= Muhammad membaca al-Quran dengan tartil (perlahan-lahan)

تَرْتِيْلاً (= perlahan-lahan) --> Mashdar --> Manshub dengan tanda fathah.

3) HAL ( حَال ) ialah Isim yang berfungsi untuk menjelaskan keadaan Fa'il atau Maf'ul ketika berlangsungnya pekerjaan.

قَرَأَ مُحَمَّدٌ الْقُرْآنَ خَاشِعًا

= Muhammad membaca al-Quran dengan khusyu'

خَاشِعًا (= orang yang khusyu') --> Hal --> Manshub dengan tanda fathah.

4) TAMYIZ ( تَمْيِيْز ) ialah Isim yang berfungsi menerangkan maksud dari Fi'il dalam hubungannya dengan keadaan Fa'il atau Maf'ul.

قَرَأَ مُحَمَّدٌ الْقُرْآنَ عِبَادَةً

= Muhammad membaca al-Quran sebagai suatu ibadah

عِبَادَةً (= ibadah) --> Tamyiz --> Manshub dengan tanda fathah.

5) ZHARAF ZAMAN (ظَرْف زَمَان) atau Keterangan Waktu dan ZHARAF MAKAN (ظَرْف مَكَان) atau Keterangan Tempat.

قَرَأَ مُحَمَّدٌ الْقُرْآنَ لَيْلاً

= Muhammad membaca al-Quran pada suatu malam

لَيْلاً (= malam) --> Zharaf Zaman --> Manshub dengan tanda fathah.

Diantara Zharaf Zaman: يَوْمَ (=pada hari), اَلْيَوْمَ (=pada hari ini), لَيْلاً (=pada malam hari), نَهَارًا (=pada siang hari), صَبَاحًا (=pada pagi hari), مَسَاءً (=pada sore hari), غَدًا (=besok), اْلآنَ (=sekarang), dan sebagainya.
Diantara Zharaf Makan:
أَمَامَ (=di depan), خَلْفَ (=di belakang), وَرَاءَ (=di balik), فَوْقَ (=di atas), تَحْتَ (=di bawah), عِنْدَ (=di sisi), حَوْلَ (=di sekitar), بَيْنَ (=di antara), جَانِبَ (=di sebelah), dan sebagainya.

6) Mudhaf yang berfungsi sebagai MUNADA (

مُنَادَى) atau Seruan/Panggilan.
رَسُوْلُ اللهِ
(=Rasul Allah) adalah Mudhaf-Mudhaf Ilaih, bila berfungsi sebagai Munada, maka kata رَسُوْل (=Rasul) sebagai Mudhaf menjadi Manshub.

يَا رَسُوْلَ اللهِ

= Wahai Rasul Allah

Sedangkan bila Munada itu adalah Isim Mufrad yang bukan merupakan Mudhaf-Mudhaf Ilaih, maka Isim tersebut tetap dalam bentuk Marfu'. Contoh:

يَا مُحَمَّدُ

= Wahai Muhammad

7) MUSTATSNA ( مُسْتَثْنَى ) atau Perkecualian ialah Isim yang terletak sesudah ISTITSNA (اِسْتِثْنَى ) atau Pengecuali. Contoh:

حَضَرَ الطُّلاَّبُ إِلاَّ زَيْدًا

= para siswa telah hadir kecuali Zaid

إِلاَّ (=kecuali) --> Istitsna (Pengecuali).
زَيْدًا (=Zaid) --> Mustatsna (Perkecualian) --> Manshub dengan tanda Fathah

Kata-kata yang biasa menjadi Istitsna antara lain:

إِلاَّ - غَيْرَ - سِوَى - خَلاَ - عَدَا - حِشَا
Semuanya biasa diterjemahkan: kecuali, selain.

Isim yang berkedudukan sebagai Mustatsna tidak selalu harus Manshub. Mustatsna bisa menjadi Marfu' dalam keadaan sebagai berikut:

a) Bila berada dalam Kalimat Negatif dan Subjek yang dikecualikan darinya disebutkan. Maka Mustatsna boleh Manshub dan boleh Marfu'. Contoh:

مَا قَامَ الطُّلاَّبُ إِلاَّ زَيْدًا

= para siswa tidak berdiri kecuali Zaid

مَا قَامَ الطُّلاَّبُ إِلاَّ زَيْدٌ

= para siswa tidak berdiri kecuali Zaid

Kalimat di atas adalah Kalimat Negatif (ada kata: tidak) dan disebutkan Subjek yang dikecualikan darinya yaitu الطُّلاَّبُ (=para siswa) maka Mustatsna boleh Manshub dan boleh pula Marfu' (زَيْدًا atau زَيْدٌ).

b) Bila Mustatsna berada dalam kalimat Negatif dan Subjek yang dikecualikan darinya tidak disebutkan sedangkan Mustatsna itu berkedudukan sebagai Fa'il maka ia harus mengikuti kaidah I'rab yakni menjadi Marfu'. Contoh:

مَا قَامَ إِلاَّ زَيْدٌ

= tidak berdiri kecuali Zaid

Mustatsna menjadi Marfu' karena berkedudukan sebagai Fa'il (زَيْدٌ) dan berada dalam Kalimat Negatif yang tidak disebutkan Subjek yang dikecualikan darinya.

ISIM MARFU'

اِسْم مَرْفُوْع
ISIM MARFU'

Isim yang mengalami I'rab Rafa' dinamakan Isim Marfu' yang terdiri dari:

1) Mubtada' (Subjek) dan Khabar (Predikat) pada Jumlah Ismiyyah (Kalimat Nominal). Perhatikan contoh-contoh Jumlah Ismiyyah di bawah ini:

اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ

= rumah itu besar

اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ جَمِيْلٌ

= rumah itu besar (lagi) indah

اَلْبَيْتُ الْكَبِيْرُ جَمِيْلٌ

= rumah besar itu indah

اَلْبَيْتُ الْكَبِيْرُ جَمِيْلٌ غَالٌ

= rumah besar itu indah (lagi) mahal

Dalam contoh di atas terlihat bahwa semua Isim yang terdapat dalam Jumlah Ismiyyah adalah Marfu' (mengalami I'rab Rafa'), tandanya adalah Dhammah.

2) Fa'il (Subjek Pelaku) atau Naib al-Fa'il (Pengganti Subjek Pelaku) pada Jumlah Fi'liyyah (Kalimat Verbal). Contoh:

جَاءَ مُحَمَّدٌ

= Muhammad datang

يَغْلِبُ عُمَرُ = Umar menang
يُغْلَبُ الْكَافِرُ

= orang kafir itu dikalahkan

لُعِنَ الشَّيْطَانُ = syaitan itu dilaknat

مُحَمَّدٌ (=Muhammad) --> Fa'il --> Marfu' dengan tanda Dhammah
عُمَرُ (=Umar) --> Fa'il --> Marfu' dengan tanda Dhammah
الْكَافِرُ (=orang kafir) --> Naib al-Fa'il --> Marfu' dengan tanda Dhammah.
الشَّيْطَانُ (=syaitan) --> Naib al-Fa'il --> Marfu' dengan tanda Dhammah.

Pahamilah baik-baik semua kaidah-kaidah yang terdapat dalam pelajaran ini sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya.

I'RAB ISIM

إِعْرَاب اْلاِسْم
I'RAB ISIM

I'rab ialah perubahan baris/bentuk yang terjadi di belakang sebuah kata sesuai dengan kedudukan kata tersebut dalam susunan kalimat. Pada dasarnya, Isim bisa mengalami tiga macam I'rab yaitu:

1. I'RAB RAFA' ( رَفْع ) atau Subjek; dengan tanda pokok: Dhammah ( ُ )
2. I'RAB NASHAB (
نَصْب ) atau Objek; dengan tanda pokok: Fathah ( َ )
3. I'RAB JARR (
جَرّ ) atau Keterangan; dengan tanda pokok: Kasrah ( ِ )

Perhatikan contoh dalam kalimat di bawah ini:

جَاءَ الطُّلاَّبُ = datang siswa-siswa

رَأَيْتُ الطُّلاَّبَ

= aku melihat siswa-siswa

سَلَّمْتُ عَلَى الطُّلاَّبِ

= aku memberi salam kepada siswa-siswa

Isim الطُّلاَّب (=siswa-siswa) pada contoh di atas mengalami tiga macam I'rab:

1) I'rab Rafa' (Subjek) dengan tanda Dhammah di huruf akhirnya ( الطُّلاَّبُ )
2)
I'rab Nashab (Objek) dengan tanda Fathah di huruf akhirnya ( الطُّلاَّبَ )
3)
I'rab Jarr (Keterangan) dengan tanda Kasrah di huruf akhirnya ( الطُّلاَّبِ )

Alamat I'rab seperti ini dinamakan Alamat Ashliyyah (عَلاَمَات اْلأَصْلِيَّة) atau tanda-tanda asli (pokok).

Perlu diketahui bahwa tidak semua Isim bisa mengalami I'rab atau perubahan baris/bentuk di akhir kata. Dalam hal ini, Isim terbagi dua:

1) ISIM MU'RAB ( اِسْم مُعْرَب ) yaitu Isim yang bisa mengalami I'rab. Kebanyakan Isim adalah Isim Mu'rab artinya bisa berubah bentuk/baris akhirnya, tergantung kedudukannya dalam kalimat.

2) ISIM MABNI ( اِسْم مَبْنِي ) yaitu Isim yang tidak terkena kaidah-kaidah I'rab. Yang termasuk Isim Mabni adalah: Isim Dhamir (Kata Ganti), Isim Isyarat (Kata Tunjuk), Isim Maushul (Kata Sambung), Isim Istifham (Kata Tanya).

Perhatikan contoh Isim Mabni dalam kalimat-kalimat di bawah ini:

جَاءَ هَؤُلاَءِ

= datang (mereka) ini

رَأَيْتُ هَؤُلاَءِ = aku melihat (mereka) ini
سَلَّمْتُ عَلَى هَؤُلاَءِ = aku memberi salam kepada (mereka) ini

Dalam contoh-contoh di atas terlihat bahwa Isim Isyarah هَؤُلاَءِ (=ini) tidak mengalami I'rab atau perubahan baris/bentuk di akhir kata, meskipun kedudukannya dalam kalimat berubah-ubah, baik sebagai Subjek, Objek maupun Keterangan. Isim Isyarah termasuk diantara kelompok Isim Mabni.

Bila anda telah memahami baik-baik tentang pengertian I'rab dan tanda-tanda aslinya, marilah kita melanjutkan pelajaran tentang Isim Mu'rab.

FI'IL MAZID

فِعْل مَزِيْد
FI'IL MAZID

Fi'il Mazid berasal dari Fi'il Mujarrad yang mendapat tambahan huruf:

1) Fi'il Mazid dengan tambahan satu huruf. Terdiri dari beberapa wazan seperti:

a. أَفْعَلَ - يُفْعِلُ (huruf tambahannya: Hamzah di awal kata)

Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid

دَخَلَ - يَدْخُلُ (=masuk)

أَدْخَلَ - يُدْخِلُ (=memasukkan)

خَرَجَ - يَخْرُجُ (=keluar) أَخْرَجَ - يُخْرِجُ (=mengeluarkan)

رَسَلَ - يَرْسُلُ (=lepas)

أَرْسَلَ - يُرْسِلُ (=melepas, mengirim)

b. فَعَّلَ - يُفَعِّلُ (huruf tambahannya: huruf tengah yang digandakan/tasydid)

Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid
قَدِمَ - يَقْدِمُ (=datang)

قَدَّمَ - يُقَدِّمُ (=mendatangkan)

عَلِمَ - يَعْلَمُ (=mengetahui)

عَلَّمَ - يُعَلِّمُ (=mengajar)

نَزَلَ - يَنْزِلُ (=turun)

نَزَّلَ - يُنَزِّلُ (=menurunkan)

c. فَاعَلَ - يُفَاعِلُ (huruf tambahannya: Mad Alif setelah huruf pertama)

Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid
قَتَلَ - يَقْتُلُ (=membunuh)

قَاتَلَ - يُقَاتِلُ (=berperang)

فَرَقَ - يَفْرَقُ (=memisah)

فَارَقَ - يُفَارِقُ (=berpisah)

سَبَقَ - يَسْبِقُ (=mendahului)

سَابَقَ - يُسَابِقُ (=berlomba)

2. Fi'il Mazid dengan tambahan dua huruf. Terdiri dari beberapa wazan seperti:

a. اِنْفَعَلَ - يَنْفَعِلُ (huruf tambahannya: Alif dan Nun di awal kata).

Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid
طَلَقَ - يَطْلِقُ (=menceraikan)

اِنْطَلَقَ - يَنْطَلِقُ (=pergi)

فَطَرَ - يَفْطِرُ (=membelah) اِنْفَطَرَ - يَنْفَطِرُ (=terbelah)

قَلَبَ - يَقْلِبُ (=membalik)

اِنْقَلَبَ - يَنْقَلِبُ (=terbalik)

b. اِفْتَعَلَ - يَفْتَعِلُ (huruf tambahannya: Alif di awal dan Ta di tengah)

Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid
جَمَعَ - يَجْمَعُ (=mengumpulkan)

اِجْتَمَعَ - يَجْتَمِعُ (=berkumpul)

نَشَرَ - يَنْشُرُ (=menyebarkan)

اِنْتَشَرَ - يَنْتَشِرُ (=tersebar)

لَمَسَ - يَلْمِسُ (=meraba)

اِلْتَمَسَ - يَلْتَمِسُ (=meraba-raba)

c. اِفْعَلَّ - يَفْعَلُّ (huruf tambahannya: Alif di awal dan huruf ganda di akhir)

Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid
بَيَضَ - يَبِيْضُ (=putih) اِبْيَضَّ - يَبْيَضُّ (=memutih)

حَمُرَ - يَحْمِرُ (=merah)

اِحْمَرَّ - يَحْمَرُّ (=memerah)

سَوِدَ - يَسْوِدُ (= hitam)

اِسْوَدَّ - يَسْوَدُّ (=menghitam)

d. تَفَاعَلَ - يَتَفَاعَلُ (huruf tambahan: Ta di awal dan Mad Alif di tengah)

Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid
حَسَدَ - يَحْسُدُ (=dengki) تَحَاسَدَ - يَتَحَاسَدُ (=saling dengki)

عَرَفَ - يَعْرِفُ (=kenal)

تَعَارَفَ - يَتَعَارَفُ (=saling kenal)

سَأَلَ - يَسْأَلُ (= bertanya)

تَسَائَلَ - يَتَسَائَلُ (=saling bertanya)

e. تَفَعَّلَ - يَتَفَعَّلُ (huruf tambahannya: Ta di awal dan huruf ganda di tengah)

Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid
عَلِمَ - يَعْلَمُ (=mengetahui) تَعَلَّمَ - يَتَعَلَّمُ (=belajar)

كَبُرَ - يَكْبِرُ (=besar)

تَكَبَّرَ - يَتَكَبَّرُ (=membesarkan diri)

فَكَرَ - يَفْكِرُ (= berfikir)

تَفَكَّرَ - يَتَفَكَّرُ (=memusatkan fikiran)

3. Fi'il Mazid dengan tambahan tiga huruf. Wazan yang biasa ditemukan adalah: اِسْتَفْعَلَ - يَسْتَفْعِلُ (huruf tambahannya: Alif, Sin dan Ta di awal kata).

Fi'il Mujarrad Fi'il Mazid
غَفَرَ - يَغْفِرُ (=mengampuni) اِسْتَغْفَرَ - يَسْتَغْفِرُ (=mohon ampun)

قَبِلَ - يَقْبَلُ (=menerima)

اِسْتَقْبَلَ - يَسْتَقْبِلُ (=menghadap)

خَرَجَ - يَخْرُجُ (= keluar)

اِسْتَخْرَجَ - يَسْتَخْرِجُ (=minta keluar)

Carilah contoh-contoh Fi'il Mazid dari al-Quran dan al-Hadits dan masukkan ke dalam wazan-wazan yang sesuai serta carilah artinya masing-masing.

FI'IL MUJARRAD

فِعْل مُجَرَّد
FI'IL MUJARRAD

Menurut asal kata dan pembentukannya, Fi'il terbagi dua:
1. FI'IL MUJARRAD (
فِعْل مُجَرَّد ) yaitu fi'il yang semua hurufnya asli.
2. FI'IL MAZID (
فِعْل مَزِيْد ) yaitu fi'il yang mendapat huruf tambahan.

Fi'il Mujarrad pada umumnya terdiri dari tiga huruf sehingga dinamakan pula FI'IL MUJARRAD TSULATSI ( فِعْل مُجَرَّد ثُلاَثِي ) dan mempunyai enam wazan ( وَزْن ) atau timbangan (pola huruf dan harakat) yakni:

1. فَعَلَ - يَفْعُلُ misalnya: نَصَرَ - يَنْصُرُ (=menolong)
2.
فَعَلَ - يَفْعِلُ misalnya: جَلَسَ - يَجْلِسُ (=duduk)
3.
فَعَلَ - يَفْعَلُ misalnya: فَتَحَ - يَفْتَحُ (=membuka)
4.
فَعِلَ - يَفْعَلُ misalnya: عَلِمَ - يَعْلَمُ (=mengetahui)
5.
فَعُلَ - يَفْعُلُ misalnya: كَثُرَ - يَكْثُرُ (=menjadi banyak)
6.
فَعِلَ - يَفْعِلُ misalnya: حَسِبَ - يَحْسِبُ (=menghitung)

Disamping Fi'il Mujarrad Tsulatsi yang terdiri dari tiga huruf, terdapat pula Fi'il Mujarrad Ruba'i ( فِعْل مُجَرَّد رُبَاعِي ) yang terdiri dari empat huruf. Fi'il Mujarrad Ruba'i ini hanya mempunyai satu wazan yaitu: فَعْلَلَ - يُفَعْلِلُ .
Contoh:
تَرْجَمَ - يُتَرْجِمُ (=menerjemahkan), وَسْوَسَ - يُوَسْوِسُ (=membisikkan waswas), زَلْزَلَ - يُزَلْزِلُ (=menggoncang-goncangkan).

Carilah sebanyak-banyaknya contoh-contoh Fi'il Mujarrad Tsulatsi dari al-Quran dan al-Hadits untuk setiap wazan di atas, beserta artinya masing-masing.

ISIM JAMID

اِسْم جَامِد
ISIM JAMID

Menurut asal kata dan pembentukannya, Isim atau Kata Benda terbagi dua:

1. ISIM JAMID ( اِسْم جَامِد ) yaitu Isim yang tidak terbentuk dari kata lain.
2. ISIM MUSYTAQ (
اِسْم مُشْتَق ) yaitu Isim yang dibentuk dari kata lain.

Isim Jamid terbagi dua:

a) ISIM DZAT ( اِسْم ذَات ) atau ISIM JINS ( اِسْم جِنْس )
Contoh:
رَجُلٌ (=orang), أَسَدٌ (=singa), نَهْرٌ (=sungai)
b) ISIM MA'NA (
اِسْم مَعْنَى ) atau MASHDAR ( مَصْدَر )
Contoh:
عِلْمٌ (=ilmu), عَدْلٌ (=keadilan), شَجَاعَةٌ (=keberanian)

Mashdar adalah Isim yang menunjukkan peristiwa atau kejadian yang tidak disertai dengan penunjukan waktu. Berbeda dengan Fi'il yang terikat dengan waktu, apakah di waktu lampau, sekarang atau akan datang. Contoh:

أُرِيْدُ أَنْ أُصَلِّيْ (= aku ingin shalat) --> أُصَلِّي (= aku shalat) : Fi'il
أُرِيْدُ صَلاَةً (= aku ingin shalat) --> صَلاَة (= shalat) : Mashdar (Isim)

Setiap Fi'il memiliki Mashdar. Dengan kata lain, Mashdar adalah bentuk Isim dari sebuah Fi'il. WAZAN (وَزْن) atau Timbangan (pola pembentukan) Mashdar sangat beragam. Perhatikan contoh pembentukan Mashdar di bawah ini:

Wazan

Perubahan dari Fi'il ke Mashdar

Tarjamah

فَعْلٌ

نَصَرَ - يَنْصُرُ - نَصْرٌ

= menolong
فِعْلٌ

ذَكَرَ - يَذْكُرُ - ذِكْرٌ

= mengingat, menyebut
فُعَالٌ

بَكَى - يَبْكِيَ - بُكَاءٌ

= menangis
فِعَالٌ

قَامَ - يَقُوْمُ - قِيَامٌ

= berdiri
فُعُوْلٌ

سَجَدَ - يَسْجُدُ - سُجُوْدٌ

= bersujud
إِفْعَالٌ

أَطْعَمَ - يُطْعِمُ - إِطْعَامٌ

= memberi makan
فِعَالَةٌ

زَرَعَ - يَزْرَعُ - زِرَاعَةٌ

= bertani
تَعْفِيْلٌ

عَلَّمَ - يُعَلِّمُ - تَعْلِيْمٌ

= mengajar, memberitahu
تَفْعِلَةٌ

ذَكَّرَ - يُذَكِّرُ - تَذْكِرَةٌ

= mengingatkan

Pahamilah baik-baik nama-nama dan bentuk-bentuk Isim yang terdapat dalam pelajaran ini sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya.

ISIM MUSYTAQ

اِسْم مُشْتَق
ISIM MUSYTAQ

Isim Musytaq ialah Isim yang dibentuk dari kata lain dan memiliki makna yang berbeda dari kata pembentuknya. Isim Musytaq itu ada tujuh macam:

1. ISIM FA'IL ( اِسْم فَاعِل ) atau Isim Pelaku (yang melakukan pekerjaan).
Isim Fa'il ada dua wazan (pola pembentukan) yaitu:
a)
فَاعِلٌ bila berasal dari Fi'il Tsulatsi (Fi'il yang terdiri dari tiga huruf)
b) مُفْعِلٌ bila berasal dari Fi'il yang lebih dari tiga huruf

Fi'il Isim Fa'il
عَلِمَ - يَعْلَمُ (=mengetahui)

عَالِمٌ (=yang mengetahui)

نَامَ - يَنَامُ (=tidur)

نَائِمٌ (=yang tidur)

أَكَلَ - يَأْكُلُ (=makan)

آكِلٌ (=yang makan)

أَسْلَمَ - يُسْلِمُ (=menyerah)

مُسْلِمٌ (=yang menyerah)

أَنْفَقَ - يُنْفِقُ (=berinfak)

مُنْفِقٌ (=yang berinfak)

اِسْتَغْفَرَ - يَسْتَغْفِرُ (=mohon ampun)

مُسْتَغْفِرٌ (=yang mohon ampun)

Disamping itu dikenal pula istilah bentuk MUBALAGHAH ( مُبَالَغَة ) dari Isim Fa'il yang berfungsi untuk menguatkan atau menyangatkan artinya. Contoh:

Fi'il

Isim Fa'il Isim Mubalaghah

عَلِمَ-يَعْلَمُ

عَالِمٌ

عَلِيْمٌ / عَلاَّمٌ (=yang sangat mengetahui)

غَفَرَ-يَغْفِرُ

غَافِرٌ

غَفُوْرٌ / غَفَّارٌ (=yang suka mengampuni)

نَامَ-يَنَامُ نَائِمٌ نَئِيْمٌ / نَوَّامٌ (=yang banyak tidur)
أَكَلَ-يَأْكُلُ

آكِلٌ

أَكِيْلٌ / أَكَّالٌ (=yang banyak makan)

2. SIFAT MUSYABBAHAH ( صِفَة مُشَبَّهَة ) ialah Isim yang menyerupai Isim Fa'il tetapi lebih condong pada arti sifatnya yang tetap. Misalnya:

Fi'il

Isim Fa'il

Sifat Musyabbahah

فَرِحَ-يَفْرَحُ (=senang)

فَارِحٌ

فَرِحٌ (=orang senang)

عَمِيَ-يَعْمَى (=buta)

عَامِيٌ

أَعْمَى (=orang buta)

مَاتَ-يَمُوْتُ (=mati)

مَائِتٌ

مَيِّتٌ (= orang mati)

جَاعَ-يَجُوْعُ (=lapar)

جَائِعٌ

جَوْعَانٌ (= orang kelaparan)

3. ISIM MAF'UL ( اِسْم مَفْعُوْل ) yaitu Isim yang dikenai pekerjaan.

Fi'il

Isim Maf'ul

غَفَرَ - يَغْفِرُ (=mengampuni) مَغْفُوْرٌ (=yang diampuni)
عَلِمَ - يَعْلَمُ (=mengetahui)

مَعْلُوْمٌ (=yang diketahui)

بَاعَ - يَبِيْعُ (=menjual)

مَبِيْعٌ (=yang dijual)

قَالَ - يَقُوْلُ (=berkata)

مَقَالٌ (=yang diucapkan)

4. ISIM TAFDHIL ( اِسْم تَفْضِيْل ) ialah Isim yang menunjukkan arti "lebih" atau "paling". Wazan (pola) umum Isim Tafdhil adalah: أَفْعَلُ . Contoh:

Isim Fa'il Isim Mubalaghah Isim Tafdhil
عَالِمٌ عَلِيْمٌ (=sangat mengetahui) أَعْلَمُ (=yang lebih mengetahui)
كَابِرٌ كَبِيْرٌ (=sangat besar) أَكْبَرُ (=yang lebih besar)
قَارِبٌ قَرِيْبٌ (=sangat dekat)

أَقْرَبُ (=yang lebih dekat)

فَاضِلٌ فَضِيْلٌ (=sangat utama)

أَفْضَلُ (=yang lebih utama)

Disamping itu, terdapat pula bentuk yang sedikit agak berbeda, seperti:

Sifat Musyabbahah

Isim Tafdhil

شَدِيْدٌ (=yang sangat)

أَشَدُّ (=yang lebih sangat)

حَقِيْقٌ (=yang berhak) أَحَقُّ (=yang lebih berhak)

عَزِيْزٌ (=yang mulia)

أَعَزُّ (=yang lebih mulia)

5. ISIM ZAMAN ( اِسْم زَمَان ) yaitu Isim yang menunjukkan waktu dan ISIM MAKAN ( اِسْم مَكَان ) yaitu Isim yang menunjukkan tempat.

Fi'il

Isim Zaman/Makan

كَتَبَ / يَكْتُبُ (=menulis)

مَكْتَبٌ (=kantor)

لَعِبَ / يَلْعَبُ (=bermain)

مَلْعَبٌ (=tempat bermain)

سَجَدَ / يَسْجُدُ (=bersujud)

مَسْجِدٌ (=masjid)

وَلَدَ / يَلِدُ (=melahirkan)

مَوْلِدٌ (=hari kelahiran)

وَعَدَ / يَعِدُ (=menjanjikan)

مَوْعِدٌ (=hari yang dijanjikan)

اِجْتَمَعَ / يَجْتَمِعُ (=berkumpul)

مُجْتَمَعٌ (=perkumpulan, pertemuan)

6. ISIM ALAT ( اِسْم آلَة ) yaitu Isim yang menunjukkan alat yang digunakan untuk melakukan suatu Fi'il atau pekerjaan.

Fi'il

Isim Alat

فَتَحَ / يَفْتَحُ (=membuka)

مِفْتَاحٌ (=kunci)

وَزَنَ / يَزِنُ (=menimbang)

مِيْزَانٌ (=timbangan)

جَلَسَ / يَجْلِسُ (=duduk)

مَجْلِسٌ (=tempat duduk)

جَهَرَ / يَجْهَرُ (=nyaring)

مِجْهَرٌ (=pengeras suara)

Pahamilah baik-baik semua jenis-jenis Isim yang terdapat dalam pelajaran ini serta contoh-contohnya sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya.